Musik Pembangkit Memori Autobiografikal

Musik dan film mampu memantik kenangan personal pada masa tertentu di kehidupannya. Ini disebut sebagai memori autobiografikal. Seolah musik tersebut menyeret kita kembali ke usia belia ketika masih duduk di bangku sekolah. Terlebih jika musik disertai aspek visual, semakin lengkap memori yang akan dibangkitkan. Rentang usia menentukan bagaimana musik dan film membuat individu terkenang pada masa tertentu. Hal yang menjadi menarik adalah ketika musik atau film bisa melintas rentang usia, sebagai indikasi karya tersebut dapat diterima oleh berbagai generasi. Tentunya ada musik atau film yang menjadi abadi. Fenomena retro yang mengemulasi masa tertentu kerap diolah di lanskap indistri kreatif, termasuk di musik dan film. Idiom retro ini menjadi nyaman di generasi yang lebih muda, karena eksposurnya kepada generasi tersebut. Nilai tambahnya adalah kreasi seni ini terasa familiar di generasi yang tumbuh pada saat langgam retro ini popular.
Hal yang menarik adalah mengetahui lebih jauh apakah dimungkinkan musik atau film bisa diterima oleh lebih dari satu rentang usia. Selain itu, apakah kemampuan memicu kenangan pada musik setara dengan film? Hanson dkk. (2025) mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan melibatkan 248 partisipan dari berbagai kalangan usia. Separuh dari mereka diperdengarkan potongan musik populer, separuh sisanya dipertontonkan klip film populer. Setiap partisipan memberikan peringkat yang mencerminkan perasaan mereka setelah mendengarkan atau menonton, seberapa mereka mengenal musik/film tersebut, dan bagaimana musik/film membangkitkan kenangan personal mereka.
Dua temuan penelitian ini adalah
Beberapa lagu dan film menjadi daya tarik untuk setiap orang walaupun mereka berbeda kelompok usia.
Pengaruh musik sebagai pemicu kenangan ternyata lebih kuat dibandingkan film. Partisipan mengingat 10 sampai 30 tahun yang lalu dengan mendengarkan musik. Film tidak menunjukkan lonjakan seperti musik dalam hal membangkitkan memori.
Jika menginginkan memantik kenangan kehidupan, musik adalah pendekatan yang lebih pas, terutama musik di saat sekelompok individu di usia remaja atau remaja dewasa. Hal ini bisa diterapkan oleh pengusaha aparel di toko atau pemilik restoran yang ingin menyesuaikan produk yang ditawarkan dengan musik sebagai nuansa penguat hubungan antara konsumen dengan produk. Acuan ini bisa digunakan untuk menyusun playlist dari layanan streaming.
Musik bukan hanya membangkitkan kenangan. Musik itu sendiri adalah kenangan.
Credit photo: Belinda Fewings




Comments